Sistem Produksi Toyota |Definisi dan Sejarah

Apakah Sistem Produksi Toyota itu, kalau melihat banyak literatur dan training-training, saya memegang definisi sebagai berikut : SPT adalah sistem manufaktur yang tujuan utamanya adalah mendatangkan profit bagi perusahaan dengan cara mengeliminasi Muda (pemborosan).

Dari Buku Kaizen Express Definisi Toyota Production System adalah Konsep kerangka kerja dan metode untk meningkatkan vitalitas/performance perusahaan. Dengan tujuan untuk menghasilkan kualitas terbaik, biaya terendah dan lead time terpendek dengan cara mengeliminasi muda.

Sistem Produksi Toyota dapat dipahami dengan mudah, melalui bagan atau alur yang sering disebut dengan rumah TPS ( rumah Toyota Production System).

Seperti halnya bangunan atau rumah, untuk mempelajari Sistem Produksi Toyota kita membagi 3 besar subjudul bahasan yaitu :

  1. Akar atau Base dari Toyota Production System
  2. Pilar atau penyangga TPS
  3. Atap dari Toyota Production System.

Hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

  1. Base dari TPS terdiri dari implementasi safety, implementasi 5S, Implementasi Standardized Work
  2. Pilar TPS terdiri dari Just In Time (JIT) dan Jidoka. Pada saat ini, para praktisi mulai memasukkan satu pilar lagi yaitu Human Development atau Associates Involvement.
  3. Adapun pada bangunan Atap adalah implementasi TPS itu sendiri atau Lean Manufacturing Implementation.

Taichii Ohno dan Kelahiran TPS

Kiichiri Toyoda mendirikan Toyota Motor Company (TMC) pada tahun 1937. Taichii Ohno (1912~1990) bergabung ke TMC 6 tahun kemudian, pindah  dari Toyoda Boshoku Company. Setelah perang dunia ke-2 Kiichiro mencanangkan target agresif untuk pertumbuhan luar biasa, “Mengejar ketertinggalan produktivitas terhadap AS, dalam 3 tahun”.

TPS lahir pada tahun 1947 setelah perang dunia ke 2, setelah Taichii Ohno manganalisa line machining Toyota dan menemukan berbagai muda.

Berbicara tentang sejarah Sistem Produksi Toyota, pasti menyinggung  2 orang yang berperan membuat 2 pillar TPS. Mereka adalah Sakichi Toyoda yang menciptakan mesin tenun otomatis yang  berprinsip Jidoka pada periode 1912~1926. Mesin tenun Sakichi Toyoda mampu memberhentikan mesin secara otomatis ketika ada benang yang putus. Improvement quality yang luar biasa dan membebaskan operator dari sekedar memonitor kerja mesin, yang mendorong operator dapat bekerja dengan multi mesin. Konsep mendisain mesin dapat menyetop mesin secara otomatis dan memberi signal apabila ada masalah disebut Jidoka.

Pada tahun 1938, Kiichiro Toyoda mengenalkan konsep Just In Time. Ia belajar cara produksi FORD dan mencoba untuk mengadopsi dan mengimplementasinya untuk kondisi perusahaan Jepang.

Pada tulisan berikutnya saya akan coba merinci Sistem Produksi Toyota dari topik landasan TPS.

Tinggalkan komentar